unsurkebudayaan yang universal dan tata urutan penyebutannya pun dengan sengaja diurutkan berdasarkan unsur yang paling sulit berubah atau terpengaruh dengan kebudayaan lain. Adapun unsur-unsur tersebut sebagaimana telah dijabarkan oleh Ratna (2011:395-396), yakni (a) sistem religi dan upacara keagamaan, berbagai bentuk pengalaman
Perubahansosial budaya merupakan sebuah gejala berubahnya struktur sosial dan pola budaya dalam suatu masyarakat. Perubahan sosial budaya merupakan gejala umum yang terjadi sepanjang masa dalam setiap masyarakat. Perubahan itu terjadi sesuai dengan hakikat dan sifat dasar manusia yang selalu ingin mengadakan perubahan. Hirschman
Unsurunsur kebudayaan adalah salah satu cara untuk memahami budaya atau kebudayaan. Karena dengan mengetahui unsur-unsurnya, paling tidak kita akan mendapatkan gambaran tentang kebudayaan secara lebih baik. Unsur-unsur kebudayaan meliputi semua kebudayaan manapun di dunia, baik yang kecil, bersahaja dan terisolasi maupun yang besar, kompleks dan dengan jaringan hubungan yang luas.Urutan unsur
B perubahan suatu unsur sosial budaya tidak dapat diikuti penyesuaiannya oleh unsur-unsur sosial budaya yang lain C. laju perubahan diantara unsur-unsur sosial budaya tidak selalu seimbang antara satu dan yang lain. Ada unsur yang berubah dengan cepat, tetapi ada unsur-unsur yang berubah dengan laju yang lambat. Keadaan yang demikian dinamakan
Vay Tiền Nhanh Ggads. Suatu budaya memiliki sifat kompleks, abstrak, dan menyeluruh. Aspek budaya dapat menentukan perilaku individu yang komunikatif, dan berimplikasi pada kegiatan individu dalam lingkungan sosial. Budaya merupakan cara hidup yang dimiliki oleh pengertian kelompok sosial dan keberadaannya diwariskan dari generasi ke generasi. Pembahasan lebih lanjut pada artikel ini unsur budaya secara universal umum dan contohnya. BudayaPengertianBudayaMenurut Para AhliUnsur Budaya Universal UmumSistem Religi Sistem KepercayaanSistem PengetahuanSitem Teknik dan Teknologi kemajuan teknologi mutakhirSistem Kemasyarakatan sistem sosial atau kekerabatanSistem EkonomiSistem Politik Pengaruh kekuasaanBahasaKesenianKeluargaOrganisasi kekuasaanSistem normaMedia KomunikasiProfesiAdat IstiadatAsal usul, Sejarah, MitosSebarkan iniPosting terkait Pengertian budaya adalah hasil dari proses dan penciptaan batin serta akal budi manusia yang berwujud ada istiadat, kesenian, maupun kepercayaan. Hal ini mengindikasikan bahwa budaya adalah akal, atau artinya adalah segala daya, kemampuan, dan kegiatan untuk mengolah, bahkan mengubah dan memanfaatkan alam lingkungan. PengertianBudayaMenurut Para Ahli Adapun pengertian budaya menurut para ahli adalah sebagai berikut Koentjaraningrat, Budaya merupakan keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar dalam rangka kehidupan dalam setiap pengertian masyarakat. Clifford Geetz, Budaya merupakan sebuah sistem mencakup konsep-konsep yang di turun temurunkan secara simbolik yaitu dengan cara berkomunikasi, melestarikan, dan juga mengembangkan pengetahuan dan sikap. B Taylor, Kebudayaan digambarkan sebagai keseluruhan kompleks, dimana dalam suatu kebudayaan selalu terselip ragam ilmu pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, bakat istimewa, serta kebiasaan yang didapat oleh manusia sebagai bagian dari masyarakat. Linton, Budaya menurut Linton, merupakan keseluruhan pola perilaku, pengetahuan dan sikap manusia. Keseluruhan tersebut kemudian menjadi kebiasaan yang keberadaannya diwariskan dan dimiliki oleh kelompok masyarakat. Effat Al-Syarqawi, Budaya merupakan sejarah dari suatu kelompok masyarakat tertentu. Di dalamnya terdapat berbagai nilai yang mengandung makna dan tujuan bersifat religi. Selo Soemardjan, Budaya merupakan sebuah hasil karya, cipta, dan rasa masyarakat. Unsur Budaya Universal Umum Adapun unsur budaya secara umum beserta contohnya adalah sebagai berikut Sistem Religi Sistem Kepercayaan Unsur ini merupakan unsur yang sangat penting bagi manusia, karena terkadang manusia mempunya masalah kehidupan yang sangat begitu sulit untuk dihadapi sehingga tidak bisa masuk akal. Contohnya dalam hal ini misalnya saja Agama Islam melaksanakan ibadahnya di Masjid, Agama Hindu melaksanakan ibadahnya di Pura, Agama Kristen dan Katolik rutin melaksanakan ibadnya di Gereja. Sistem Pengetahuan Sistem pengetahuan memiliki fungsi sebagai bentuk pemenuhan rasa ingin tahu manusia terhadap ilmu pengetahuan. Manusia dapat memenuhi kebutuhan hidup melalui sistem pengetahuan. Contohnya yang terkait sistem pengetahuan seperti keberadaan Lembaga Pendidikan mulai dari Taman Kanak-kanan, Sekolah Dasar, Menengah, sampai institusi Perguruan Tinggi menunjang segala kemampuan berpikir dan bernalar. Sitem Teknik dan Teknologi kemajuan teknologi mutakhir Teknologi yang digambarkan sebagai unsur kebudayaan ialah bagaimana teknologi berevolusi di mulai dari teknologi tradisional sampai teknologi modern yang berkembang beriringan dengan perkembangan budaya sepanjang zaman. Contohnya dalam hal ini misalnya saja Rumah sebagai tempat berlindung manusia terus mengalami evolusi daei zaman ke zaman karena sistem teknologi yang semakin maju. Mulai dari evolusi bahan-bahan pembentuk rumah sampai pada tenaga kerjanya yang dilakukan oleh teknologi mutakhir masa kini. Sistem Kemasyarakatan sistem sosial atau kekerabatan Dalam kehidupan masyarakat, sistem pengertian sosial budaya dan kekerabatan hidup sebagai bentuk aturan yang mau tidak mau harus diikuti karena memegang teguh nilai-nilai kemasyarakatan. Contohnya dalam hal ini misalnya saja sistem kemasyarakatan bekerja di Indonesia, ialah sistem patriarki yang masih terus berkembang dan langgeng di tataran paling inti yaitu fungsi keluarga. Sistem Ekonomi Macam sistem ekonomi di Indonesia dan dunia dalam kebudayaan diartikan sebagai perkembangan secara bertahap bagaimana cara bertahan hidup manusia terus berevolusi dari yang paling tradisional hingga pada tahap yang paling modern saat ini. Contohnya manusia berburu dan meramu, beternak, bercocok tanam di ladang, memanfaatkan setiap kesempatan kerja, ikut menjaga keteraturan ekonomi nasional dengan berwirausaha, bersaing dengan sehat, sampai berpartisipasi dengan lingkup sistem ekonomi dunia dengan lembaga-lembaga terkait. Sistem Politik Pengaruh kekuasaan Sistem dalam pengertian lembaga politik menjadi satu unsur budaya yang telah berkembang sejak zaman dahulu. Pada era Yunani, sistem politik telah menjadi suatu budaya yang memiliki pengaruh besar bagi kehidupan. Contohnya dalam hal ini misalnya saja buta yang paling buruk ialah buta politik. Pengertian budaya politik ada di saat manusia pertama kali dilahirkan, politik sudah terjadi lewat tangisan pertama seorang bayi. Terjadi politik di sana, terjadi pengaruh, terjadi sistem kuasa. Bahasa Bahasa adalah suatu unsur kebudayaan yang digunakan untuk adalah sistem perlambangan manusia yang dilakukan secara lisan ataupun tulisan. Contohnya dalam hal ini misalnya saja masyarakat yang memiliki ras yang sama belum tentu mempunyai bahasa yang sama, misalkan orang Thailand dan orang Sunda mereka memiliki kesamaan ras yaitu ras Paleo-Mongoloid, akan tetapi memiliki bahasa yang berbeda. Kesenian Unsur kebudayaan lainnya berada pada hal-hal terkait seni. Kesenian diartikan sebagai suatu ekspresi akan keindahan yang turut berkembang beriringan dengan zaman, dalam karya seni biasanya tersirat pesan-pesan yang ingin disampaikan. Contohnya yang ada dalam pemujaan kepada Dewa, biasanya diiringin dengan musik yang indah disertai dengan tarian-tarian sakral. Musik dan tarian merupakan contoh dari unsur kesenian. Keluarga Pengertian lembaga keluarga menjadi satu unsur budaya yang penting karena keluarga merupakan satuan terkecil dalam masyarakat. Semua dimulai di dalam keluarga. Keluarga menjadi cerminan bagaimana karakter, perilaku, watak setiap individu terbentuk. Contohnya dalam hal ini sebuah keluarga yang memiliki karakter primordial akan memengaruhi karakter keturunannya. Sedangkankeluarga yang modern, akan memengaruhi pola asuh terhadap anak, memengaruhi cara pandang melihat dunia. Organisasi kekuasaan Organisasi menjadi satu bentuk adanya instusionalisasi budaya di era ini, yang mana di dalam suatu organisasi tidak akan terlepas dari perihal kekuasaan. Contohnya dalam hal ini kuasa seorang pimpinan suatu organisasi akan berbeda dengan wewenang yang dimiliki seorang bawahan, adanya kedudukan sebagai pimpinan juga menambah tanggung jawab dan lahirnya budaya kepemimpinan di dalam suatu organisasi. Sistem norma Sistem dalam peranan nilai dan norma sosial berkaitan erat dengan bagaimana nilai-nilai yang dijunjung dalam masyarakat juga dianggap sebagai sebuah unsur pembentuk kebudayaan. Contohnya konstruksi terahadap sesuatu dapat bertahan bersamaan dengan nilai-nilai yang dianggap baik atau buruk oleh suatu lingkungan. Seperti sampai saat ini, perempuan yang pulang larut malam akan dianggap kurang baik karena tidak berkenaan dengan nilai dan konstruksi dalam masyarakat. Media Komunikasi Media komunikasi menjadi satu bagian dari unsur kebudayaan karena keterlibatan perkembangannya yang sangat pesat memengaruhi sistem kerja di setiap lini kehidupan. Contohnya saja seperti Internet, sosial media, kanal-kanal online dapat membantu perkembangan budaya dengan sangat cepat, berkembang tanpa batas. Profesi Saat ini profesi mengalami perkembangan signifikan beriringan dengan kemajuan unsur-unsur budaya lainnya. Profesi menjadi satu simbol tersendiri yang mencerminkan perilaku setiap individu. Contohnya saja profesi impian tidak lagi hanya bergantung pada lapak kantor atau seragam pegawai, individu kontemporer lahir dengan pemikiran menyebarkan jasa sebagai seorang Influencer, Content Creator, Selebgram, bahkan sampai Gamer. Adat Istiadat Pengertian adat istiadat ada dan masih bertahan untuk menyeimbangkan perkembangan budaya. Kebiasaan-kebiasaan baik dan unik yang berkembang di masyarakat akan menjadi sebuah kekuatan sosial. Contohnya saja seperti bagaimana Bali sebagai salah satu destinasi wisata dunia, dengan segala bentuk budaya asing yang turut masuk dan memenuhi Bali, tidak pernah memadamkan kebiasaan-kebiasaan adat istiadat yang telah mengakar sejak dulu di Bali. Sebaliknya adat isitiadat ini menjadi kekuatan bagi pemeluknya. Asal usul, Sejarah, Mitos Keberadaan semua unsur budaya tidak akan terlepas dari kehadiran sejarah, pengenalan asal usulnya di masyarakat, dan mitos-mitos yang berkembang bersamanya. Contohnya saja adanya museum, lembaga-lembaga penelitian sosial humaniora, mengembangkan asal-usul, sejarah, dan mitos menjadi kebudayaan yang layak dipelajari dan diketahui oleh masyarakat luas. Demikianlah penjelasan mengenai unsur budaya secara universal dan contohnya. Semoga dengan adanya tulisan ini bisa menambah wawasan, juga menambah pengetahuan bagi segenap pembaca yang sedang mendalami serta mencari referensi mengenai budaya’. Terima kasih.
AAArjuna A18 Agustus 2019 1325Pertanyaan3rb+1MRUnsur-unsur budaya yang sulit berubah adalah unsur-unsur sosial yang fungsinya sudah lama beredar luas dalam pola kehidupan masyarakat, seperti misalnya sistem keagamaan, sistem kekerabatan, pola makan dan makanan pokokYuk, beri rating untuk berterima kasih pada penjawab soal!Mau jawaban yang terverifikasi?Tanya ke ForumBiar Robosquad lain yang jawab soal kamuRoboguru PlusDapatkan pembahasan soal ga pake lama, langsung dari Tutor!Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher di sesi Live Teaching, GRATIS!
Perkembangan budaya biasanya terjadi karena adanya percampuran dua budaya atau lebih, dan menjadi budaya baru. Istilah percampuran budaya ini biasa disebutkan sebagai akulturasi budaya. Lebih lanjut, apa pengertian akulturasi itu sendiri? Akulturasi adalah proses sosial yang timbul apabila terjadi percampuran dua kebudayaan atau lebih yang saling bertemu dan saling memengaruhi. Dalam akulturasi, sebagian menyerap secara selektif sedikit atau banyak unsur kebudayaan asing itu, sebagian berusaha menolak pengaruh itu. Dalam hal ini terdapat perbedaan antara bagian kebudayaan yang sulit berubah dan terpengaruh oleh unsur-unsur kebudayaan asing covert culture, dengan bagian kebudayaan yang mudah berubah dan terpengaruh oleh unsur-unsur budaya asing. Proses Akulutasi Proses akulturasi tidak menyebabkan hilangnya unsur-unsur kebudayaan dari dua atau lebih kelompok masyarakat tadi. Kebudayaan asli masih bisa dilihat ciri-cirinya, serta dapat dibedakan dan dianalisis jika dibandingkan dengan kebudayaan dari luar. Proses yang dilalui individu-individu untuk memperoleh aturan-aturan budaya dimulai dari masa awal hidupnya hingga akhir hayatnya. Melalui proses sosialisasi dan pendidikan pola-pola budaya ditanamkan ke dalam sistem saraf manusia dan menjadi kepribadian dan perilaku masing-masing indivdu. Proses belajar ini menjadikan manusia harus berinteraksi dengan manusia yang lain dari anggota budaya lainnya yang juga memiliki pola-pola komunikasi serupa. Proses memperoleh pola-pola demikian oleh individu-individu itu disebut enkulturasi. Proses enkulturasi sendiri mempunyai pengertian proses belajar dan menyesuaikan alam pikiran serta sikap terhadap adat istiadat, sistem, norma, serta semua peraturan yang terdapat dalam kebudayaan seseorang. Hubungan antara budaya dan individu seperti dalam proses enkulturasi membuat manusia untuk menyesuaikan dirinya dengan keadaan. Secara bertahap seorang individu imigran belajar menciptakan situasi-situasi dan relasi-relasi yang tepat dalam masyarakat pribumi sejalan dengan berbagai transaksi yang ia lakukan dengan orang lain. Pada saatnya, imigran akan menggunakan cara-cara berperilaku masyarakat pribumi untuk menyesuaikan diri dengan pola-pola yang dianut masyarakat setempat begitu juga sebaliknya. Perubahan pola dari pola lama ke pola yang baru ini disebut akulturasi. Faktor Pendorong dan Penghambat Akulturasi Proses akulturasi terjadi karena beberapa faktor, baik faktor pendorong maupun penghambatnya. 1. Faktor pendorong Akulturasi Kontak dengan kebudayaan lain Sistem pendidikan formal yang maju Sikap menghargai hasil karya seseorang dan keinginan untuk maju Toleransi terhadap perbuatan-perbuatan yang menyimpang deviation Sistem terbuka pada lapisan masyarakat Adanya penduduk yang heterogen Ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu Adanya orientasi ke masa depan 2. Faktor penghambat Akulturasi adalah sebagai berikut; Perkembangan ilmu pengetahuan yang lambat Sikap masyarakat yang tradisional Adanya kepentingan yang telah tertanam dengan kuatnya. Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain. Adanya prasangka buruk terhadap hal-hal baru. Adanya hambatan yang bersifat ideologis. Adat atau kebiasaan Contoh Akulturasi Budaya Contoh akulturasi yang mudah ditemui ialah dalam perbauran kebudayaan Hindu-Buddha dan kebudayaan Islam dengan kebudayaan asli Indonesia. Berikut beberapa contoh akulturasi budaya yang ada di Indonesia. 1. Seni Bangunan Bentuk-bentuk bangunan candi di Indonesia pada umumnya merupakan bentuk akulturasi antara unsur-unsur budaya Hindu-Buddha dengan unsur budaya Indonesia asli. Bangunan yang megah, patung-patung perwujudan dewa atau Buddha, serta bagian-bagian candi dan stupa adalah unsur-unsur dari India. Bentuk candi-candi di Indonesia pada hakikatnya adalah punden berundak yang merupakan unsur Indonesia asli. Candi Borobudur merupakan salah satu contoh dari bentuk akulturasi tersebut. 2. Seni Rupa Masuknya pengaruh India juga membawa perkembangan dalam bidang seni rupa, seni pahat, dan seni ukir. Hal ini dapat dilihat pada relief atau seni ukir yang dipahatkan pada bagian dinding-dinding candi. Misalnya, relief yang dipahatkan pada dinding-dinding pagar langkan di Candi Borobudur yang berupa pahatan riwayat Sang Buddha. Di sekitarnya terdapat lingkungan alam Indonesia seperti rumah panggung dan burung merpati. Pada relief kala makara pada candi dibuat sangat indah. Hiasan relief kala makara, dasarnya adalah motif binatang dan tumbuh-tumbuhan. Hal semacam ini sudah dikenal sejak masa sebelum Hindu. Binatang-binatang itu dipandang suci, maka sering diabadikan dengan cara di lukis. 3. Seni Sastra Pengaruh India membawa perkembangan seni sastra di Indonesia. Seni sastra waktu itu ada yang berbentuk prosa dan ada yang berbentuk tembang puisi. Berdasarkan isinya, kesusasteraan dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu tutur pitutur kitab keagamaan, kitab hukum, dan wiracarita kepahlawanan. Bentuk wiracarita ternyata sangat terkenal di Indonesia, terutama kitab Ramayana dan Mahabarata. Kemudian timbul wiracarita hasil gubahan dari para pujangga Indonesia. Misalnya, Baratayuda yang digubah oleh Mpu Sedah dan Mpu Panuluh. Juga munculnya cerita-cerita Carangan. Berkembangnya karya sastra terutama yang bersumber dari Mahabarata dan Ramayana, melahirkan seni pertunjukan wayang kulit wayang purwa. Pertunjukan wayang kulit di Indonesia, khususnya di Jawa sudah begitu mendarah daging. Isi dan cerita pertunjukan wayang banyak mengandung nilai-nilai yang bersifat edukatif pendidikan. Cerita dalam pertunjukan wayang berasal dari India, tetapi wayangnya asli dari pahat dan ragam luas yang ada pada wayang disesuaikan dengan seni di Indonesia. Di samping bentuk dan ragam hias wayang, muncul pula tokoh-tokoh pewayangan yang khas Indonesia. Misalnya tokoh-tokoh Punakawan seperti Semar, Gareng, dan Petruk. Tokoh-tokoh ini tidak ditemukan di India. Perkembangan seni sastra yang sangat cepat didukung oleh penggunaan huruf pallawa, misalnya dalam karya-karya sastra Jawa Kuno. Pada prasasti-prasasti yang ditemukan terdapat unsur India dengan unsur budaya ada prasasti dengan huruf Nagari India dan huruf Bali Kuno Indonesia. 4. Bahasa Penggunaan bahasa pun sedikit dengan dipengaruhi oleh kebiasaan bahasa asing dan pun termasuk salah satu contonya akulturasi di zaman dahulu. Misalnya pada kerajaan Hindu-Buddha, bahasa Sanskerta begitu umum dipakai di kalangan masyarakat. Hal ini dapat disaksikan pada sekian banyak prasasti atau batu bertulis peninggalan kerajaan Hindu-Buddha yang masih tidak sedikit menggunakan bahasa Sanskerta. Sementara aksara yang digunakan merupakan huruf Pallawa yang lantas dikembangkan menjadi huruf Jawa Kuno dan aksara Bali. 5. Seni Musik Dari bidang musik contoh akulturasi ada pada musik etnik, dimana pada musik etnik ini memadukan antara dua jenis musik yaitu musik tradisional dan musik modern sehingga menghasilkan musik yang unik dan harmonis tanpa menghilangkan ciri khas masing-masing dari kedua musik tersebut. Dari musik ini juga kita dapat memperkenalkan musik tradisional dengan cara yang menarik dan kekinian.
Budaya adalah cara kehidupan yang mencakup pengetahuan, sikap, pola perilaku, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat dan kebiasaan-kebiasaan yang dimiliki dan diwariskan oleh anggota suatu masyarakat tertentu sebagai bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran hidup guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang bersifat tertib dan budaya berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi budi atau akal, yang artinya hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa inggris budaya disebut dengan culture yang berasal dari bahasa latin, yaitu colere yang berarti mengolah atau mengerjakan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, budaya adalah pikiran, akal budi, hasil, adat istiadat atau sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan yang sukar diubah Gunawan, 2000.Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan dan karya seni. Budaya merupakan kumpulan pola-pola kehidupan yang dipelajari oleh sekelompok manusia tertentu dari generasi-generasi sebelumnya dan akan diteruskan kepada generasi yang akan definisi budaya dari beberapa sumber bukuMenurut Tasmuji dkk 2011, budaya adalah seluruh cara kehidupan dari masyarakat dan tidak hanya mengenai sebagian tata cara hidup saja yang dianggap lebih tinggi dan lebih diinginkan. Menurut Keesing 1989, budaya adalah keseluruhan dari pengetahuan, sikap dan pola perilaku yang memrupakan kebiasaan yang dimiliki dan diwariskan oleh anggota suatu masyarakat tertentu. Menurut Brisling 1990, budaya adalah cita-cita bersama secara luas, nilai, pembentukan dan penggunaan kategori, asumsi tentang kehidupan dan kegiatan. Menurut Soerjono 2009, budaya adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat dan kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan oleh sekumpulan anggota masyarakat. Menurut Dewantara 1994, budaya adalah buah budi manusia adalah hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat, yakni zaman dan alam yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran di dalam hidup dan penghidupannya guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib dan dan Komponen Budaya Menurut Koentjaraningrat 2000, budaya terdiri dari tiga wujud, yaitu sebagai berikuta. Gagasan Gagasan merupakan wujud ideal kebudayaan yang berbentuk dari kumpulan ide-ide, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak; tidak dapat diraba atau disentuh. Wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala-kepala atau di alam pemikiran warga masyarakat. Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka itu dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam karangan dan buku-buku hasil karya para penulis warga masyarakat Aktivitas / tindakan Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak, serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan. Sifatnya konkret, terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dan dapat diamati dan Artefak / karya Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret diantara ketiga wujud kebudayaan. Dalam kenyataan kehidupan bermasyarakat, antara wujud kebudayaan yang satu tidak bisa dipisahkan dari wujud kebudayaan yang lain. Sebagai contoh wujud kebudayaan ideal mengatur dan memberi arah kepada tindakan aktivitas dan karya artefak komponen budaya terdiri dari dua jenis, yaitu kebudayaan material dan kebudayaan non material, adapun penjelasannya adalah sebagai berikutKebudayaan material. Kebudayaan material mengacu pada semua ciptaan masyarakat yang nyata, konkret. Termasuk dalam kebudayaan material ini adalah temuan-temuan yang dihasilkan dari suatu penggalian arkeologi mangkuk tanah liat, perhiasan, senjata, dan seterusnya. Kebudayaan material juga mencakup barang-barang, seperti televisi, pesawat terbang, stadion olahraga, pakaian, gedung pencakar langit, dan mesin cuci. Kebudayaan nonmaterial. Kebudayaan nonmaterial adalah ciptaan-ciptaan abstrak yang diwariskan dari generasi ke generasi, misalnya berupa dongeng, cerita rakyat, dan lagu atau tarian Budaya Menurut Tasmuji dkk 2011, budaya terdiri dari beberapa unsur, yaitu sebagai berikuta. Sistem Bahasa Bahasa merupakan sarana bagi manusia untuk memenuhi kebutuhan sosialnya untuk berinteraksi atau berhubungan dengan sesamanya. Dalam ilmu antropologi, studi mengenai bahasa disebut dengan istilah antropologi linguistik. Kemampuan manusia dalam membangun tradisi budaya, menciptakan pemahaman tentang fenomena sosial yang diungkapkan secara simbolik, dan mewariskannya kepada generasi penerusnya sangat bergantung pada bahasa. Dengan demikian, bahasa menduduki porsi yang penting dalam analisa kebudayaan Sistem Pengetahuan Sistem pengetahuan dalam kultural universal berkaitan dengan sistem peralatan hidup dan teknologi karena sistem pengetahuan bersifat abstrak dan berwujud di dalam ide manusia. Sistem pengetahuan sangat luas batasannya karena mencakup pengetahuan manusia tentang berbagai unsur yang digunakan dalam kehidupannya. Banyak suku bangsa yang tidak dapat bertahan hidup apabila mereka tidak mengetahui dengan teliti pada musim-musim apa berbagai jenis ikan pindah ke hulu sungai. Selain itu, manusia tidak dapat membuat alat-alat apabila tidak mengetahui dengan teliti ciri ciri bahan mentah yang mereka pakai untuk membuat alat-alat tersebut. Tiap kebudayaan selalu mempunyai suatu himpunan pengetahuan tentang alam, tumbuh-tumbuhan, binatang, benda, dan manusia yang ada di Sistem Sosial Unsur budaya berupa sistem kekerabatan dan organisasi sosial merupakan usaha antropologi untuk memahami bagaimana manusia membentuk masyarakat melalui berbagai kelompok sosial. Tiap kelompok masyarakat kehidupannya diatur oleh adat istiadat dan aturan-aturan mengenai berbagai macam kesatuan di dalam lingkungan di mana dia hidup dan bergaul dari hari ke hari. Kesatuan sosial yang paling dekat dan dasar adalah kerabatnya, yaitu keluarga inti yang dekat dan kerabat yang lain. Selanjutnya, manusia akan digolongkan ke dalam tingkatan-tingkatan lokalitas geografis untuk membentuk organisasi sosial dalam Sistem Peralatan Hidup dan Teknologi Manusia selalu berusaha untuk mempertahankan hidupnya sehingga mereka akan selalu membuat peralatan atau benda-benda tersebut. Perhatian awal para antropolog dalam memahami kebudayaan manusia berdasarkan unsur teknologi yang dipakai suatu masyarakat berupa benda-benda yang dijadikan sebagai peralatan hidup dengan bentuk dan teknologi yang masih sederhana. Dengan demikian, bahasan tentang unsur kebudayaan yang termasuk dalam peralatan hidup dan teknologi merupakan bahasan kebudayaan Sistem Mata Pencaharian Hidup Mata pencaharian atau aktivitas ekonomi suatu masyarakat menjadi fokus kajian penting etnografi. Penelitian etnografi mengenai sistem mata pencaharian mengkaji bagaimana cara mata pencaharian suatu kelompok masyarakat atau sistem perekonomian mereka untuk mencukupi kebutuhan Sistem Religi Asal mula permasalahan fungsi religi dalam masyarakat adalah adanya pertanyaan mengapa manusia percaya kepada adanya suatu kekuatan gaib atau supranatural yang dianggap lebih tinggi daripada manusia dan mengapa manusia itu melakukan berbagai cara untuk berkomunikasi dan mencari hubungan-hubungan dengan kekuatan-kekuatan supranatural tersebut. Dalam usaha untuk memecahkan pertanyaan mendasar yang menjadi penyebab lahirnya asal mula religi tersebut, para ilmuwan sosial berasumsi bahwa religi suku-suku bangsa di luar Eropa adalah sisa dari bentuk-bentuk religi kuno yang dianut oleh seluruh umat manusia pada zaman dahulu ketika kebudayaan mereka masih Kesenian Perhatian ahli antropologi mengenai seni bermula dari penelitian etnografi mengenai aktivitas kesenian suatu masyarakat tradisional. Deskripsi yang dikumpulkan dalam penelitian tersebut berisi mengenai benda-benda atau artefak yang memuat unsur seni, seperti patung, ukiran, dan hiasan. Penulisan etnografi awal tentang unsur seni pada kebudayaan manusia lebih mengarah pada teknik-teknik dan proses pembuatan benda seni tersebut. Selain itu, deskripsi etnografi awal tersebut juga meneliti perkembangan seni musik, seni tari, dan seni drama dalam suatu Budaya Suatu sistem budaya yang terbentuk dari unit sosial apapun selalu berubah seiring dengan berjalannya waktu. Eksistensinya tidak dalam suatu keadaan yang vakum. Setiap kali seseorang berhubungan dengan orang lain, maka ia membawa serta kebudayaan atau subbudaya dari kelompoknya sebagai latar belakang. Apabila sebagai individu ia berubah, maka perubahan itu sedikit banyak akan berdampak pada kebudayaan kelompoknya. Dalam hal ini ia bertindak sebagai pembaharu kebudayaan. Perubahan dapat berlangsung secara wajar, alami, revolusioner maupun Santrock 1998, terdapat lima jenis perubahan budaya yaitu sebagai berikuta. Asimilasi assimilation Asimiliasi terjadi ketika individu melepaskan identitas kulturnya dan menuju pada masyarakat yang lebih besar. Kelompok yang tidak dominan mungkin akan terserap kedalam arus budaya yang lebih mantap, atau mungkin banyak kelompok yang akan menyatu dan membentuk masyarakat baru melting spot. Individu seringkali menderita karena perasaan terasing dan terisolasi sampai mereka diterima dan merasa benar-benar melebur di dalam budaya yang Akulturasi acculturations Akulturasi adalah perubahan budaya akibat dari hubungan langsung dan terus menerus antara dua kelompok budaya. Berlawanan dengan asimilasi yang menekankan bahwa orang pada akhirnya akan menjadi anggota penuh kelompok budaya mayoritas dan kehilangan identifikasi dengan budaya asalnya, model akulturasi menekankan bahwa orang akan menjadi partisipan yang kompeten dalam budaya mayoritas dan pada saat bersamaan tetap diidentifikasi sebagai anggota budaya Alternasi alternation Alternasi adalah perubahan budaya dengan mengetahui dan memahami dua kultur berbeda. Disini individu dapat mengubah tingkah laku mereka untuk menyesuaikan diri pada sebuah konteks sosial tertentu. Berbeda dengan asimilasi dan akulturasi, alternasi lebih mempertahankan hubungan positif dengan kedua Multikulturalisme multicultural Multikulturalisme mengajukan pendekatan pluralistik untuk memahami dua budaya atau lebih. Orang dapat mempertahankan identitas mereka yang menonjol dan pada saat bersamaan bekerjasama dengan orang lain dengan budaya yang berbeda untuk mencapai kebutuhan nasional bersama. Sebuah masyarakat yang multikultural akan mendorong semua kelompok untuk Mempertahankan dan/atau mengembangkan identitas kelompok mereka. Mengembangkan penerimaan dan toleransi terhadap kelompok lain. Terlibat dalam hubungan dan kegiatan berbagi antar kelompok. Mempelajari bahasa satu sama Fusi fusion Fusi adalah merefleksikan asumsi yang melatarbelakangi melting pot yang mengimplikasikan bahwa budaya-budaya yang berbatasan, baik secara ekonomi, politik, atau geografis akan melebur bersama sampai tidak bisa dibedakan dan membentuk sebuah kultur baru dan tidak ada superioritas budaya. Semua orang di semua budaya memiliki kecenderungan untuk Mempercayai bahwa apa yang terjadi di budayanya adalah natural dan benar dan bahwa apa yang terjadi di budaya lain adalah tidak natural dan tidak benar. Mempersepsikan bahwa adat istiadat budayanya adalah valid secara universal; yaitu bahwa apa yang baik untuk siapapun. Berperilaku memihak pada kelompok budaya mereka. Merasa bangga pada kelompok budaya mereka. Memusuhi kelompok budaya PustakaGunawan, Ary H. 2000. Sosiologi Pendidikan Suatu Analisis Sosiologi tentang Pelbagai Problem Pendidikan. Jakarta Rineka Dkk, 2011. Ilmu Alamiah Dasar, Ilmu Sosial Dasar, Ilmu Budaya Dasar. Surabaya IAIN Sunan Ampel Roger M. 1989. Antropologi Budaya, Suatu Prespektif Kontemporer. Jakarta Richard. 1990. Translation, Application and Research. New York Oxpord University Soekanto. 2009. Sosiologi suatu Pengantar. Jakarta Rajawali Ki Hajar. 1994. Kebudayaan. Yogyakarta Majelis Luhur Persatuan 2000. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta Rineka 1998. Adolescence. New York McGraw-Hill Companies.
sebutkan contoh unsur unsur budaya yang sulit berubah